selamat datang

SELAMAT DATANG DAN SELAMAT MEMBACA

Wednesday, June 19, 2013

Obama: Hasil Pemilu Menunjukkan Rakyat Iran Ingin Perubahan

Obama: Hasil Pemilu Menunjukkan Rakyat Iran Ingin Perubahan

 Okezone
Hasan Rouhani (Foto: AFP) Hasan Rouhani (Foto: AFP)
LONDON  - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengeluarkan pendapatnya sendiri mengenai perhelatan Pemilu Presiden Iran yang berlangsung 14 Juni lalu. Menurut Obama, hasil pemilu menunjukkan rakyat Iran ingin bergerak ke arah yang lain.

"Saya kira, rakyat Iran ingin bergerak ke arah yang berbeda. Mereka menolak kalangan garis keras dan ulama yang tidak bisa memberikan kompromi mengenai hal apapun," ujar Obama, seperti dikutip PBS, Selasa (18/6/2013).

"Jelas sekali banyak warga Iran yang menginginkan keterlibatan negara mereka di dunia internasional dengan cara yang lebih positif," lanjutnya.

Ditanya mengenai masa depan di tangan Hassan Rouhani, menurut Obama sudah sepatutnya untuk menunggu situasi perkembangan politik di Iran pasca pemilu. Obama menyadari bahwa pemimpin tertinggi masih memegang peranan kunci untuk menentukan kebijakan Iran.

"Sekarang, Rouhani yang memenangkan pemilu. Saya rasa hal itu mengindikasikan pendekatannya dalam melakukan pendekatan dan menjawab pertanyaan-pertanyan mengenai negaranya. Namun kita semua tahu bahwa sistem di Iran, pemimpin tertinggi akan mengambil keputusan yang penting," tutur Obama.

Hassan Rouhani berhasil memenangkan Pemilu Presiden Iran setelah memperoleh sekira 50,76 persen. Sebagai ulama moderat, Rouhani mendapat dorongan besar dari rakyat Iran yang menginginkan perubahan. Kemenangan Rouhani tidak dapat dilepaskan dari mundurnya kandidat dari kalangan reformis Iran lainnya Mohammad Reza Aref.

Tokoh-tokoh yang berada di belakang pria lulusan Glasgow Caledonian University ini bukanlah kecil. Rouhani didukung oleh mantan Presiden Iran seperti Mohammad Khatami dan Akbar Hashemi Rafsanjani.

Media memang menyebut Rouhani sebagai sosok moderat dan reformis. Namun beberapa analisis memperkirakan, Rouhani tidak menyuguhkan proposal reformasi apapun untuk Iran.

Pada kenyataannya, Rouhani adalah loyalis pemimpin tertinggi Iran sejak lama. Dirinya masuk dalam keanggotan Dewan Tertinggi Keamanan Nasional Iran sejak 1989. Dirinya juga sempat menjabat sebagai negosiator nuklir Iran sejak 2003 hingga 2005. (faj)