selamat datang

SELAMAT DATANG DAN SELAMAT MEMBACA

Monday, May 27, 2013

Tips menjaga Mobil Tetap Prima Melalui Rutinitas Pergantian Oli

 

Rajin merawat mobil tidak hanya menjaga kondisi mobil agar tetap prima, tetapi juga dapat meminimalkan biaya yang harus dikeluarkan untuk perawatan mobil. Namun demikian, bukanlah perkara mudah untuk melakukannya secara benar. Diperlukan pengetahuan tambahan bagi pemilik mobil terhadap beberapa fungsi vital dari sebuah mobil agar tidak berimbas pada bagian-bagian lain yang pada akhirnya membuat budget maintenance mobil anda membengkak drastis. Parahnya, jika anda membiarkan kondisi tersebut akibat ongkos yang menurut anda terlalu mahal, maka dikemudian hari biayanya akan berkali-kali lipat dari sebelumnya.

Banyak orang yang merawat mobil mengabaikan unsur vital dalam perawatan agar mobil tetap dalam kondisi prima. Bahkan, tidak sedikit yang lebih mengedepankan aspek keindahan mobil dibanding performance dari mobil itu sendiri.
Aoakah unsur vital dalam perawatan mobil tersebut? OLI.
Kok oli sih?
Hmmm… singkatnya, tidak ada mesin yang dapat bertahan lama dibanding asbab musabab rajin menganti oli. Dan tidak ada mesin yang lebih cepat rusak dibandingkan lalai mengganti oli secara rutin. Kecuali kalo anda penggendara ugal-ugalan…itu lain cerita :)
Banyak orang yang “pelit” untuk rutin mengganti oli dikarenakan anggapan “toh masih bisa jalan ini dan g pernah rewel….”.
Yup…dengan oli bekas pun mobil anda masih bisa jelan….tapi mesin kendaraan anda menjadi ‘alergi’ jika anda lakukan itu. Jika alergi tersebut menjadi kronis…mesin kendaraan anda akan berkata..”ya sudah kalo begitu. Pakai saja mesin baru lain. Saya sudah tidak sanggup hidup bersama anda.”
Disaat itulah anda baru sadar…. Oh OLI…. gara-gara kamu, saya harus keluar puluhan jutaan rupiah untuk servis perbaikan mobil :(
Sadarlah…
Suatu rumusan baku menyatakan…“Jika anda sudah sanggup membeli mobil, maka anda juga harus sanggup untuk rutin mengganti oli.” Kalau perlu, ganti oli 25% lebih cepat dari masa pemakaiannya. Misalnya…oli yang anda gunakan bisa digunakan untuk jarak tempuh 10,000 km, gantilah disaat anda sudah menempuh jarak 7,500 km.
Terkadang lucu juga juga jika ada orang yang ‘berhitungan berat’ dengan jarak tempuh. Gak mau ganti kalo belum sampe jarak tempuh yang distandarkan oleh manufakturenya atau lebih-lebih dikitlah.
Padahal, ukuran jarak tempuh tersebut umumnya dilakukan pada saat mobil berjalan di jalanan yang mulus dan lancar.
Bayangkan jika anda sering berjalan di kemacetan…mesin anda terus tetap bekerja, sekalipun mobil dalam kondisi diam terjebak macet. Jarak tempuh yang pendek, tapi kekentalan oli tersebut dalam menghadapi setiap gerakan part-part mesin anda selalu menghadapi “cobaan keras” :). Apalagi jika anda sering melakukan perjalanan “off-road” yang membutuhkan rpm tinggi tapi tidak bisa berjalan kencang. Kondisi ini tentu tidak bisa anda samakan dalam menilai batas maksimal pemakaian oli yang anda gunakan.
Lebih dari itu semua… kan oli termasuk bagian maintenance mobil yang murah ini. :)
Jadi, Oli apa saja yang harus anda ganti ganti secara rutin?
Pertama kali, selalu rutin mengganti oli mesin dan saringannya. Umumnya, saringan oli sudah harus anda ganti tidak lebih dari 2 tahun pemakaian. Namun demikian, jika anda menggantinya setiap 3 kali pergantian oli, ini akan lebih baik.
Ganti filter oli setiap ganti oli…itu kalau anda ada punya budget berlebihan.
Bila anda termasuk memiliki budget yang terbatas, banyak juga pusat layanan servis mobil yang memberikannya secara cuma-cuma jika anda mengganti oli mesin di tempat mereka. Duh..padahal tuh filter termasuk murah apapun mereknya.
Jarak tempuh pemakaian oli, terlepas dari merk dan kekentalan (SAE) apapun yang anda pakai, berkisar antara 5,000 km hingga 10,000 km.
Seperti yang disebutkan diatas, agar tetap mendapatkan performance oli yang maksimal, menggantinya 25% lebih cepat dari maksimal jarak tempuh yang disarankan akan membuat mesin anda dalam kondisi top.
Jika sudah berbicara oli, anda juga harus tahu jika ada bagian-bagian dari sistem kendaraan yang menggunakan oli tersendiri. Misalnya oli transmisi (terutama bagi anda pengguna mobil automatic), oli manual gearbox, oli persneling, dan oli power steering.
Oli tersebut juga harus anda ganti secara berkala. Terlebih, kebanyakan dari sistem-sistem tersebut tanpa menggunakan saringan filter oli.
Mungkin anda bertanya, koq oli yang lain juga harus diganti secara berkala?
Gesekan mekanik yang menyebabkan keausan tidak hanya terjadi pada mesin utama kendaraan anda, tetapi juga pada bagian lain yang sumber olinya tidak bisa “dipake borongan”.
Dikarenakan kebanyakan penggunaan oli pada sistem lain tanpa menggunakan penyaring, maka ini harus dilakukan pengurasan secara periodik dan diganti dengan oli yang baru dan masih bersih. Karena oli semakin lama semakin tua, ia dapat menimbun kotoran yang bersifat korosif.
Sebagian orang terkadang mencampurnya dengan additive tertentu untuk tujuan tertentu. Namun demikian, additive tersebut akan terus berkurang seiring lamanya pemakaian. Selain itu, pemanasan yang dihasilkan oleh mesin utama (terutama pada transmisi automatic) juga dapat mempengaruhi sifat pelumas oli tersebut.
Jadi berapa lama oli-oli tersebut harus diganti?
Karena setiap oli memiliki spesifikasi tersendiri yang mengharuskan anda untuk menanyakan langsung kepada penyedia oli tersebut, umumnya, pergantian oli transmisi ataup persneling yang memiliki kekentalan oli SAE 90 harus anda lakukan setiap mencapai jarak tempuh 20,000 km atau kurang.
Utuk oli manual gearbox atau diferensial sudah harus anda ganti setelah menempuh jarak tempuh 10,000 km atau kurang.
Untuk lebih spesifik mengenai profil oli yang anda gunakan, anda harus menanyakan langsung ke penjualnya atau pembuatnya. Rata-rata penjual sudah ada catalog dari dagangan oli nya yang didapatkan dari pembuatnya. Jadi, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya. Sungkan bertanya…mogok dijalan :)