selamat datang

SELAMAT DATANG DAN SELAMAT MEMBACA

Tuesday, May 14, 2013

SURGA UNTUK WANITA DAN PRIA

SURGA UNTUK WANITA DAN PRIA 

Sorga bagi pria Mukmin, bagi wanita Mukmin dan bagi orang Kristen adakah bedanya?

Mungkin kita sering berpikir bagaimana indahnya sorga. Apakah sama indahnya dengan istana Taj Mahal yang pembangunannya sendiri menghabiskan waktu selama 22 tahun? Atau mungkin seperti indahnya istana-istana kerajaan di berbagai bangsa?
Tentu tidak satu pun bangunan-bangunan nan megah di dunia yang dapat disetarakan dengan sorga. Selain kita sendiri tidak dapat menggambarkan dengan pasti bagaimana indahnya sorga, Kitab Suci  menggambarkan sorga sebagai tempat yang begitu indah dan kudus.

Gambaran Sorga Menurut Al-Quran

Nama lain dari sorga bagi umat Islam adalah Aljana. Di tempat ini mengalir sungai-sungai dari anggur yang dapat dinikmati setiap orang yang “berhasil” masuk ke Aljana. Di sini mereka bebas menikmati berbagai jenis anggur. Seperti anggur murni yang masih disegel (Qs 83;25), Zanzabil yang berisi anggur (Qs 76:17), Tasnim yang merupakan campuran anggur (Qs 83:27) atau anggur yang dicampur dengan kafur (Qs 76:5).
Timbul satu pertanyaan dalam pikiran saya.  Bila di dunia saja dilarang minum anggur karena dianggap haram, lalu mengapa orang-orang di Aljana justru disuguhi sungai-sungai anggur yang bebas diminum setiap saat? Dan lagi, apakah orang-orang yang minum anggur tersebut tidak akan mabuk?
Selain sungai-sungai anggur, dalam Aljana juga terdapat berbagai macam kenikmatan lainnya.

Gambaran Sorga Menurut Injil

Dalam Injil, sorga sering juga disebut sebagai Kerajaan Allah. Sorga adalah tempat orang-orang kudus. Hanya mereka yang telah menerima Keselamatan dan Hidup Kekal dari Isa Al-Masih-lah yang berhak masuk dalam Kerajaan ini.
Berbeda dengan Aljana umat Muslim, Injil menegaskan bahwa “Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus” (Injil, Surat Roma 14:17).
Lebih jauh Injil menjelaskan, di sorga umat Allah akan tinggal bersama-sama dengan Allah. Tidak ada dosa, kematian atau duka cita. Yang ada hanya beribadah kepada Allah (Injil, Kitab Wahyu 22:3), dan memerintah sebagai raja (Injil, Kitab Wahyu 22:5).
“Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu” (Injil, Kitab Wahyu 21:4)

Bagaimana Laki-laki di Sorga?

Dalam Al-Quran terdapat begitu banyak kabar gembira bagi kaum pria Mukmin yang beriman bila, kelak mereka masuk sorga. Sayangnya kenikmatan sorgawi itu hanya ditujukan bagi pria Mukmin saja. Diantara kenikmatan tersebut adalah wanita-wanita yang sangat cantik (Qs 38:53, 44:54, 52:20). Juga dijanjikan para perawan yang mana jin-jin dan manusia belum pernah menyentuhnya (Qs 55:70-74).
Sementara firman Allah dalam Kitab Suci Injil menegaskan tidak ada kawin mengawini di dalam sorga. “Karena pada waktu kebangkitan orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga” (Injil, Rasul Besar Matius 22:29).

Nasib Mukmin Wanita di Sorga

Bagaimana dengan nasib wanita Mukmin, siapa yang akan mengawini mereka di sorga? Tidakkah mereka berhak menerima kenikmatan yang sama dari Allah sebagai balasan ketaatan mereka selama berada di dunia?
Dari sekian kenikmatan yang dijabarkan Al-Quran bagi mereka yang masuk sorga, tidak satu pun kenikmatan tersebut ditujukan bagi wanita Mukmin. Umumnya kenikmatan itu ditujukan bagi pria Mukmin. Sekali lagi, wanita Mukmin mengalami diskriminasi, bukan di dunia melainkan di tempat akhir di akhirat!

Isa dan Injil Tidak Membedakan Antara Pria dan Wanita di Sorga

Sorga adalah tempat bagi setiap umat Allah yang telah diselamatkan. Tidak perduli pria ataupun wanita. Bagi mereka yang telah menerima Keselamatan dan Hidup Kekal dari Isa Al-Masih dan juga hidup sesuai dengan kebenaran firman Allah, Isa Al-Masih menjanjikan sorga bagi mereka. “Yesus bersabda, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah" (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:3).